Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Masa Depan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Masa Depan. Tampilkan semua postingan

Tujuan Pendidikan Untuk Masa Depan

0 komentar

Sebenarnya apa tujuan pendidikan yang ada saat ini? Kalau dilihat dari kepentingannya, sudah jelas yang namanya tujuan pendidikan itu sangatlah penting. Tapi bagaimana dengan kebutuhan pendidikan setiap orang? Meski saya baru melihat dan mendengar dari lingkungan sekitar saya, tapi seakan-akan tujuan pendidikan itu tidak pernah dibutuhkan oleh setiap orang, mereka menganggap kalau pendidikan itu hanyalah untuk orang-orang yang benar-benar menginginkan pendidikan.

Bukankah tujuan dari pendidikan yang sebenarnya adalah mencerdaskan dan mengembangkan kemampuan manusia? Tapi seperti yang sudah saya katakan tadi, orang-orang justru bersikap tidak peduli dengan pendidikannya sendiri. Mereka terlihat lebih mementingkan kebutuhan hidup sehari-hari, dan itu seperti orang yang tidak mengetahui arti pentingnya tujuan pendidikan.
Okelah saya tahu kalau dana mungkin adalah masalah terbesar dalam usaha mendapatkan pendidikan yang layak, tapi apakah selanjutnya kita melupakan dari tujuan pendidikan itu sendiri? Meninggalkan dunia pendidikan hanya demi kebutuhan hidup, kalau begini terus tentu saja kita tidak akan bisa berkembang.
Kalau kita mau benar-benar memahami tujuan pendidikan, sebenarnya kita bisa menjadi orang yang berpendidikan tanpa harus mengeluarkan dana. Contohnya saja ikut membantu para mahasiswa yang sedang membutuhkan fotocopy materi pembelajarannya, dengan begitu disaat kita sedang membantu para mahasiswa, kita bisa mengambil dua keuntungan dari tujuan pendidikan itu.
Yang pertama, kita bisa curi-curi ilmu dari materi yang akan di fotocopy, dan yang ke dua, kita juga bisa mendapatkan uang tambahan. Jadi dengan begitu tujuan pendidikan bisa terlaksana dengan dua keuntungan sekaligus. Sangat menyenangkan bukan?
Asalkan kita mau berusaha menerapkan tujuan pendidikan dalam kehidupan kita, pasti akan ada banyak cara agar kita bisa menyukseskan dari tujuan pendidikan itu. Menjadi orang yang berpendidikan itu tidak susah koq, semua itu tergantung dari kita sendiri, apakah mau melaksanakan tujuan pendidikan itu atau tidak.
Pemerintah juga sudah memfasilitasi kita agar bisa terus menerapkan tujuan pendidikan dalam kehidupan kita, seperti perpustakaan umum. Cobalah untuk berkunjung ke sana, paling tidak seminggu dua kali, pasti akan ada ilmu yang bisa kita kembangkan untuk memajukan masa depan kita sendiri. Dengan begitu tujuan pendidikan yang sudah diharapkan benar-benar bisa terwujud.
Sumber : http://www.iprasblog.com

7 Ciri Pendidikan Masa Depan

0 komentar

7 Ciri Pendidikan Masa Depan
 
Zaman sangat cepat berubah. Zaman ayah kita dulu berbeda dengan zaman kita hidup sekarang. Demikian pula, era anak-anak kita hidup kelak jelas akan sangat berbeda dengan zaman kita hidup sekarang.
Pertanyaan besarnya, seperti apakah sistem pendidikan yang sesuai dengan tuntutan hidup anak-anak kita di masa mendatang?
Ternyata, negara maju lebih dari 20 tahun lalu menerapkan sistem pendidikan itu pada anak-anak mereka.
Tujuan akhir atau output pendidikan masa depan, kalau Anda bersetuju adalah melahirkan generasi yang mampu menentukan pilihan hidupnya sendiri, bukan yang dipilihkan atau ditentukan.
Ciri mereka itu adalah: 1. berakhlak dan berkarakter mulia. 2. sukses dan berhasil dengan kompetensinya. 3. bahagia dengan pilihan hidupnya.
Nah, seperti apakah ciri pendidikan masa depan yang melahirkan output seperti itu?
1. Fokus menemukan dan memupuk potensi unggul tiap anak.
Sejak usia dini potensi anak sudah dapat dideteksi dan sepanjang perjalanan pendidikannya bakat ini akan terus dikembangkan untuk mencapai tingkat terbaiknya, tanpa memilah-milah apakah ini sebagai bakat akademik atau ekstrakurikuler. Sehingga, kelak anak akan menjadi anak yang unggul pada bidangnya masing-masing.
2. Mengembangkan kecerdasan beragam dan mengembangkan moral anak secara berimbang.
3. Mengajarkan life skill
Life skill inilah yang sesungguhnya dibutuhkan oleh anak kita untuk menjadi sukses ketimbang akademik dan hafalan.
4. Sistem penilaian yang berbasis hasil karya ilmiah dan peningkatan kemampuan penguasaan bidang-bidang yang dipelajarinya.
Anak didorong untuk selalu berkarya melalui mata pelajaran yang diajarkan. Dicermati dan dicatat perkembangan kemampuannya dalam satu bidang mata pelajaran. Karya-karya ini akan disimpan sebagai bukti sejarah perjalanan proses belajar anak (portfolio management system).
5. Sekolah yang berbasiskan pada kehidupan dan praktek-praktek lapangan.
6. Para guru yang selalu memotivasi dan mendorong siswa untuk mau dan mampu mempelajari apapun.
7. Mengembalikan sistem dan pola pembelajaran pada kodrat penciptaan anak.
a. sifat dasar.
Sifat dasar adalah bagaimana seorang anak bereaksi terhadap situasi berdasarkan insting alami yang dimilikinya. Dalam sifat dasar ini, sesungguhnya terdapat petunjuk kemungkinan profesi-profesi yang cocok baginya kelak.
b. Cara belajar/gaya belajar.
Cara belajar adalah suatu kekhasan pada anak dalam memeilih cara untuk mempelajari sesuatu. Kekhasan ini sesungguhnya merupakan representasi dan cara kerja otak anak dalam menangkap dan memproses sesuatu.
c. Potensi unggul.
Tiap anak dianugerahi minat, bakat dan ketekunan yang berbeda. Ini tercermin pada mainan dan aktifitas keseharian. Ada yang suka menggambar, merangkai, main mobil-mobilan. Seiring usia, minat dan bakat ini menjadi semakin jelas. Tugas sekolah dan orangtua untuk mengembangkan minat dan bakat anak untuk menjadi yang terbaik di bidangnya. Semua orang besar dan sukses adalah orang yang berhasil menemukan dan menekuni minat dan bakatnya.
d. Psikologi perkembangan anak.
Mendidik dengan hasil optimal bisa dilakukan jika memahami dengan baik fase-fase perkembangan usia dan mental anak. Ada fase egosentris (usia prasekolah s/d TK), fase gank awal (usia TK s/d SD), fase gank Age tengah (usia SD s/d SMP), fase gank akhir (usia SMP s/d SMA), fase identitas (usia SMA semester akhir menjelang kuliah) dan fase adaptif (usia kuliah s/d dewasa).